Sabtu, 25 Mei 2013

PIVOT TABLE DALAM PEMANFAATAN MS.EXCEL 2007

Oleh: FARADYTA WIJAYA_112110101039



·         INTRODUCTION: PivotTable adalah fitur pada Microsoft Excel yang dapat memberikan rangkuman data (data summary) dari suatu data range. Rangkuman ini dapat ditampilkan secara dinamis, dimana kolom yang terlibat dapat direorganisasi dengan mudah dan cepat. PivotTable merupakan alat dan metode presentasi dan utilitas analisa data  yang sangat powerful. Kita dapat secara dinamis dan sangat user friendly melakukan pengurutan, pengelompokan, dan nilai summary atau agregasi data dari berbagai kolom yang dikelompokkan tersebut.
      
      Pada prinsipnya bahwa “PivotTable” merupakan suatu sarana untuk menghitung jumlah frekuensi data sel-sel dalam sheet Microsoft Office Excel dengan hasil berupa data frekuensi dan atau grafik (chart). Pivot Table digunakan untuk memilah atau meng-querykan data yang begitu kompleks sehingga kita bisa dengan leluasa untuk memilih mana saja yang ingin kita ambil variabelnya sesuai kebutuhan. Pivot tak sekedar memilah data, pivot juga berfungsi untuk membuat chart yang fleksibel sehingga dapat di ubah-ubah variabelnya.
  
   PivotTable merupakan table interaktif yang sangat cepat dalam menganalisa, mengkombinasikan dan membandingkan sejumlah data baik sedikit maupun banyak. Dalam PivotTable, kita dapat memilih suatu baris atau kolom yang hendak dijadikan referensi dalam melihat jumlah total dari suatu data. PivotTable hanya bersifat report / laporan, artinya kita tidak dapat mengedit data pada PivotTable. Jika ingin mengedit data, maka kita harus melakukannya pada table aslinya (sumber data).

·         MANFAAT: Para direktur, manajer maupun pelaku usaha  memanfaatkan PivotTable sebagai rangkuman data laporan untuk dasar pengambilan keputusan. PivotTable ini sangat terasa sekali manfaatnya jika digunakan pada data dalam jumlah yang banyak.  PivotTable juga  tak sekedar memilah data, pivot juga berfungsi untuk membuat chart yang fleksibel sehingga dapat di ubah-ubah variabelnya.


·         LANGKAH-LANGKAH DALAM PENGOPERASIAN PIVOTTABLE: Berikut akan dijelaskan langkah-langkah untuk mengoperasikan PivotTable yang diaplikasikan dalam “LAPORAN HASIL PENJUALAN PRODUK KUE UD.BOGA INTI SEJAHTERA BULAN MEI 2013”, namun data yang digunakan disini hanyalah sebagai contoh sehingga jumlah data hanya sedikit.

1.      MENGHIDUPKAN PC
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghidupkan Personal Computer yang akan digunakan untuk mengolah data dengan menekan tombol POWER pada PC yang akan digunakan

2.      MENGAKTIFKAN PROGRAM MS.EXCEL
Ada beberapa cara untuk mengaktifkan program Ms. Excel ini, pilih salah satu: 
  • Menggunakan shortcut Micorosoft Office Excel yang terdapat pada desktop: doble klik pada shortcut Micorosoft Office Excel yang ada pada desktop 
Seperti gambar dibawah ini:


·         Menggunakan Start Menu Pada  Desktop (Pojok Kiri Bawah):
- Klik tombol Start
- Klik pilihan All Programs
- Pilih Microsoft Office Excel 2007
Maka selanjutnya akan mucul lembar kerja seperti dibawah ini:


3.      MEMASUKKAN DATA PADA LEMBAR KERJA
Langkah selanjutnya adalah memasukkan data yang akan diolah/dianalisa  pada lembar kerja, seperti contoh dibawah ini:


Data juga bisa berasal dari external, data yang sudah ada sebelumnya (dengan membuka lembar kerja yang sudah disimpan) sesuai kebutuhan analisa data.

4.      MENGAKTIFKAN PIVOTTABLE
·         Klik ribbon Insert dan pilih tombol PivotTable PivotTable.



·         Setelah itu akan muncul akan muncul pop up window untuk memilih source data yang akan dianalisa
a.       Jika data yang akan di analisa ada di file yang sama tapi sheet berbeda, maka klik di “Select a table or range”
b.      Japi jika data yang akan dianalisa berasal dari external, maka klik di “Use an external data source”. Setelah itu klik button 'Choose Connection', setelah muncul pop up window yang menunjukkan list connection yang pernah dibuat. Jika connection yang diinginkan tidak ada di dalam list, kita bisa membuat koneksi baru dengan menekan button 'Browse for More' dan pilihlah folder dimana external source data yang diinginkan.

  
-          Karena saat ini yang dipakai adalah data  pada file yang sama pada sheet yang berbeda ,jadi kita ambil opsi “a”
-          Centang Select a table or range, isi kolom Table/range dengan range data yang akan diolah
-          Pilih New Worksheet pada dialog Create PivotTable, klik tombol OK.
  • ·     Pada worksheet baru akan muncul kotak / placeholder PivotTable (PivotTable Box) dan daftar field PivotTable (PivotTable Field List) pada panel kanan. Terlihat pada daftar field terdapat 6 kolom yang berasal dari heading data range yang kita pilih sebelumnya. Pada panel bawah terdapat 4 area dimana kita bisa masukkan field-field tersebut :
o   Report Filter : field akan digunakan sebagai filter yang mempengaruhi hasil data pada PivotTable namun tidak akan terlihat sebagai isi dari PivotTable yang dibentuk.
o   Column Labels : data dari field akan di  tempatkan pada bagian kolom dari table dengan level sesuai urutan susunan pada area ini.
o   Row Labels : data dari field akan ditempatkan pada bagian baris dari table dengan level sesuai urutan susunan pada area ini
Values : merupakan nilai summary / agregasi dari hasil perhitungan count, sum, average, dan sebagainya




  •   Centang tiap list data yang dianalisa untuk menyusun kombinasi field ke dalam PivotTable Field List. Maka secara otomatis data akan tergrouping kedalam masing-masing field yang sesuai
  • Jika ingin merubah posisi grouping tersebut, bisa dilakukan dengan cara klik link/panah pada data yang ingin dipindah posisinya, lalu klik posisi baru yang diinginkan. Misal ingin memindah posisi jumlah kue Donat yang semula pada posisi value ke posisi row Label.  

  •  Setelah selesai menentukan posisi list sesuai kebutuhan , maka kita akan mendapatkan PivotTable yang diinginkan
Bagaimana Cara Mengedit Data Pada Sumber Data Pivottable?
Sebagaimana sudah saya jelaskan sebelumnya, kita tidak dapat mengedit data di dalam PivotTable. Kita hanya dapat mengedit pada sumber data. Setelah mengedit data, jangan lupa PivotTable tersebut harus di refresh. Caranya:
·                  klik kanan pada  PivotTable
·                  lalu pilih menu Refresh Data
Atau bisa juga dengan mengklik icon dengan gambar tanda seru () yang terdapat pada toolbar PivotTable

SELAMAT MENCOBAA , SEMOGA BERMANFAAT ^^

Kamis, 09 Mei 2013

WATU DODOL



jika anda masuk ke wilayah Banyuwangi dari arah kota Situbondo maka anda akan menemui ada patung Gandrung (Kesenian khas Banyuwangi) di sebelah kiri sebelum daerah pelabuhan Ketapang. . Deburan ombak dengan air laut yang benaing, serta ada onggokan batu besar di tengah jalan. Itulah yang disebut Watu Dodol


Konon menurut cerita yang berkembang di masyarakat setempat, nama “Watu Dodol” itu menceritakan asal muasal batu itu. Watu bahasa Jawa, dalam bahasa Indonesia Batu. Dodol, atau dalam masyarakat Using disebut Jenang. Nama jenang itu, biasanya diikuti jenis bahan bakunya. Misalnya, jenang ketan, karena terbuat dari beras ketan. Jenang Selo dan sebagainya. Nah dari sini, cerita asal usul watu dodol terlihat sekali bukan berasal dari masyrakat lokal. Apalagi pelaku cerita adalah Kyai Semar, tokoh pewayangan. Padahal warga Using (asli Banyuwangi), tidak mengenal tradisi pewayangan.

Masih melanjutkan kisah tentang watu dodol, konon Batu itu berasal dari jualannya Kyai Semar yang terjatuh di tempat itu. Sedang berasnya tumpah, menjadi pasir yang bersih di sekitar pantai watu dodol Konon alat pukulnya, kayu kelor, terlempat dan menancap di sela-sela batu di kana jalan (kalau dari Surabaya). Ini juga aneh, di celah batu tumbuh pohon kelor. Bagi masyarakat Jawa, kelor merupakan senjata pamungkas untuk menghilangkan segala pengarus mastik yang dimilki seseorang. Seperti ilmu kanoragan atau ilmu hitam, diyakini akan luntur bila bersentuhan dengan kayu kelor. Sementara bagi warga Using, merupakan bahan sayur segar yang disajikan pada siang hari. Terutama pada hari ke-2 dan setelah pada Idul Fitri. Bisa dipastikan, banyak orang Using yang memasak sayur daun kelor. 

Keanehan lain, adanya air tawar yang keluar dari bibir pantai di watu dodol. Padahal, di kawasan itu kan air asin semua. Masih menurut cerita tadi, konon air berasal dari bekal minum Kyai Semar yang tumpah. Bagi orang yang percaya (tapi hati-hati ya, nanti bisa syirik) katanya air itu merupakan air kehidupan (Tirto Nadi). Mereka ada yang membawa pulang, dengan berbagai alasan yang dipercayainya sendiri.

Terlepas dari cerita-cerita dibalik watu dodol, yang jelasan kawasan ini menawarkan keindahan alam. Kejernihan air laut, serta parorama batu karang yang bisa dilihat di Gardu Pandang di bukit sebelah kanan jalan. Bahkan seniman Banyuwangi saat itu, pernah mengabadikan kejernihan air laut watu dodol dalam bentuk lagu daerah Banyuwangi berjudul Padang Ulan: Padang Ulan ring pesisir Banyuwangi/Kinclong-kiclong segarane koyo koco/ Lanang wadon tuwek enom suko-suko// …. (Terang bulan di pantai Banyuwangi/Air lautnya berkilauan seperti kaca/Laki perempuan tua muda bersuka-suka) .

Namun sejak banyaknya orang-orang sekitar watu dodol melakukan pengambilan batu karang, maka “kiclong-kiclong” watu dodol tidak seperti yang tergambarkan dalam lagi yang populer tahun 1970-an itu. Bahkan di pantai Kampe, sebelah barat watu dodol, pantainya berlumpur. Batu karangnya habis diambil warga, untuk bahan campuran batu kapur. Padahal, menurut warga setempat, gambaran “kinclong-kinclong” itu dulu bisa dinikmati sejak kawasan Wongsorejo hingga ke Pantai Blimbingsari.



Meski kondisi sekarang tidak seideal seperti dalam lagu “Padang Ulan”, setidak kita masih bisa menikmati sisa-sisa “kiclong” laut Banyuwangi di Watudodol. Deburan ombaknya, juga bagus. Apalagi disaksikan dari Gardu Padang yang berada di bukit seberang pantai Watu Dodol. Kawasan ini, juga menjadi wisata andalam Pemkab Banyuwangi. Bisa juga dijadikan tempat istirahat, apabila wisatawan akan ke Bali atau pulang dari Bali.

Dulu saat Bupati Syamsul Hadi berkuasa, pernah merenacakan Kampung Seniman di bukit watu dodol. Bahkan, saat itu sudah diukur kampling yang akan diberikan kepada seniman dengan konpensasi yang sangat murah. Targetnya, kawasan itu akan menjadi kampung seni, seperti Ubud-lah. Mengingat, banyak pelukis dan pembuat keraninan di Bali justru berasal dari Banyuwangi.

ROWO BAYU


Petilasan Prabu Tawang Alun berada di kawasan “Rowo Bayu”, Kecamatan Songgon. Rowo dalam bahasa Indonesia berarti “Rawa” sedangkan Bayu itu sendiri diambil dari nama desa “Bayu”, Rowo Bayu (Rawa di desa Bayu) begitulah penduduk sekitar menyebut kawasan yang dianggap sakral ini. Sebuah bangunan candi nampak kokoh berdiri di atas bukit yang mana menurut juru kunci wisata sejarah Rowo Bayu disebut “Candi Puncak Agung Macan Putih” yang didirikan untuk menghormati roh para leluhur yang telah berjasa dalam mempertahankan tanah Blambangan dalam perang Puputan Bayu tahun 1771.

Selanjutnya jika kita menelusuri jalan jalan setapak, maka kita akan menemui bangunan wisata sejarah situs Batu Suci Petilasan Prabu Tawang Alun dimana di sekitar bangunan tersebut terdapat sumber mata yang diyakini sebagai mata air suci diantaranya adalah sumber mata air “Kamulyan”, sumber mata air “Dewi Gangga”, dan sumber mata air “Pancoran Suwelas” yang airnya mengalir menuju telaga utama.\

Pada bukit pertama saat kita masuk area Rowo Bayu akan dapat kita temui satu pohon yang amat besar nan eksotis yang merupakan gabungan dari pohon Beringin dan pohon Apak dimana terdapat sebuah rongga mirip goa di tengah nya. Apabila kita masuk dan melihat ke atas, maka gabungan 2 (dua) pohon tersebut menghasilkan rongga tinggi mirip sebuah sumur dengan lilitan akarnya yang ibarat ornamen-ornamen alam. Telaga nan jernih diantara bukit dan hutan yang rimbun penuh pohon besar mengentalkan aroma mistis di kawasan ini. Konon menurut mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, pada malam-malam tertentu telaga Bayu dijadikan tempat untuk mandi para bidadari.

AIR TERJUN LIDER

Tumpahan Air Terjun Lider memiliki terjunan air setinggi 60 meter dengan ketinggian 1.300 meter diatas permukaan laut. dan berasal dari mata air pegunungan.Terletak di Dusun Sragi, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.

Dinamakan Air Terjun Lider, karena lokasinya terletak di hutan lindung petak 74, Blok Lider, di lereng timur Gunung Raung di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jambewangi, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kali Setail, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat.

Ada satu lagi yang membuat suasana air terjun Lider tampak indah. Yaitu, dinding tebing dua jurang yang menghimpitnya. Dinding tebing dua jurang itu berupa batu-batu besar yang berdimensi rata.

Berjarak sekitar 45 km dari Banyuwang. Untuk bisa sampai ke lokasi Air Terjuan Lider, ada dua jalur yang bisa dilalui. Jalan pertama melewati Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu sepanjang 5 km. Jalan alternatif lainnya adalah melewati Desa Sragi, Kecamatan Songgon dengan jarak sekitar 8 km dari perkampungan warga. Sayangnya, kondisi jalan di dua jalur tersebut sama-sama kurang mendukung. Sebab selain tidak beraspal, jalannya juga sangat rusak. Apalagi kalau di musim penghujan sangat becek.

Apabila menggunakan jalur pertama, dari terminal bus di kota genteng, Banyuwangi perjalanan diawali dengan menggunakan angkutan pedesaan menuju Kecamatan Sempu yang hanya berjarak sekitar 15 km. Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju Desa Songgon sejauh 10 km, bisa menggunakan ojek atau berjaan kaki sambil menikmati panorama alam perkebunan cengkeh yang terhampar disekitarnya. Sesampai di dukuh Lider, Anda masih harus melanjutkan perjalanan sejauh 3 km menuju ke batas akhir perkebunan cengkeh, dimana terdapat jalan masuk ke air terjun.

Usai melakukan perjalanan panjang dengan kendaraan, dengan meningalkan kendaraan di sebuah pos, dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi jalan setapak selebar setengah meter di sisi tebing jurang dan enam sungai di tengah hutan. Kondisi jalan setapak ini sudah tertata rapi lengkap dengan petunjuk jalannya, namun cukup licin dan berliku. Jarak pos dengan lokasi air terjun sekitar 1 km.

PANTAI PULAU MERAH



Pulau merah merupakan wisata pantai yang mempunyai sesuatu keunikan berupa gunung kecil yang berada ditengah pantai yang warna tanahnya berwarna merah, karena itu dinamakan pantai pulau merah.Pulau berbentuk bukit yang banyak ditumbuhi tanaman itu berada di dekat pantai yang pasir putihnya menghampar sejauh 3 kilometer.Pulau Merah berada di pantai Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Pantai Pulau Merah, harus rela menempuh perjalanan sejauh 60 Kilometer dari pusat kota Banyuwangi.

Rute arah selatan Banyuwangi ini melalui jalan jalan pedesaan dan bebukitan. Bila mengendarai mobil, perjalanan bisa ditempuh selama hampir 2,5 jam.ciri khas utama dalam tur ke pantai ini adalah batu besar/bukit di tenga pantai yang memilki pasir berwarna putih dan kegiatan nelayan di desa Pancer.

PANTAI PLENGKUNG


Pantai Plengkung yaqng sering juga dikenal sebagai G-land ini adalah pantai yang terkenal sebagai surga bagi pecinta Surfing. Pantai ini yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Alas purwo, Banyuwangi. Plengkung dapat dicapai selama setengah hari perjalanan darat dari Bali. Pantai Plengkung juga bisa dicapai dengan boat sewaan dari Bali.,

Pada tahun 1972, sekelompok peselancar asal Amerika Serikat. mengadakan sebuah ekspedisi untuk menuju Plengkung. Ekspedisi ini diikuti oleh 8 kelompok surfer. Tiga diantaranya berangkat dengan boat sewaan sedangkan 5 kelompok lainnya menempuh jalur darat. Kelompok darat melakukan perjalanan hingga tiba di Desa Grajagan. Dari Grajagan mereka menempuh jarak 20 Km lagi untuk tiba di Plengkung dengan cara menyusuri perairan pantai menggunakan papan selancar. Setelah melewatkan perjalanan yang keras dan kekurangan air bersih (air bersih mereka kumpulkan saat hujan dan air hujan tersebut menempel di layar boat), kelompok yang memakai boat sewaan mendarat langsung di Plengkung. Sesaat setelah tiba mereka mendirikan base camp untuk keperluan peninjauan tempat surfing. Mereka ada di Plengkung untuk 10 hari.

Pantai Plengkung berlokasi di bagian tenggara Pulau Jawa, berada dalam gugusan pantai selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga Pantai Plengkung termasuk pantai berombak besar. Ombak besar ini dihasilkan oleh sistem bertekanan rendah yang berasal dari selatan /Antartika. Pantai Plengkung juga terletak di sisi timur Teluk Grajagan, maka dari itu sisi kanan Pantai Plengkung memiliki ombak lebih dominan. Ombak Panjang Plengkung berbentuk memanjang, tinggi, dan berkecepatan tinggi. Ombak Pantai Plengkung juga membentuk tabung ombak hampir sempurna sehingga menjadi favorit para penggila olahraga surfing.

Angin lepas pantai yang berhembus di Plengkung terjadi antara bulan April dan September. Hal ini menyebabkan ombak paling besar terjadi pada bulan-bulan ini. Pada waktu-waktu tersebut ombak datang bertahap, masing-masing berlangsung selama beberapa hari, dengan rentang beberapa hari di antara setiap ombak. Gelombang cenderung lebih besar dan lebih baik pada saat pasang, jadi waktu yang terbaik untuk merencanakan perjalanan surfing adalah seminggu setelah masa bulan purnama atau bulan baru, karena pada waktu-waktu ini gelombang tinggi terjadi selama setengah hari.

PANTAI SUKAMADE


Pantai Sukamade berada di Taman Nasional Meru Betiri yang terletak di pesisr selatan pantai Banyuwangi. keistimewaan pantai ini adalah anda akan bertemu dengan penyu-penyu yang jarang sekali anda temui di pantai lain. Tidak hanya bisa berfoto dengan penyu berukuran besar, tapi Anda juga bisa melepas puluhan tukik yang lucu.

Pantai Sukamade merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Meru Betiri yang masuk ke dalam dua kabupaten sekaligus, yaitu Jember dan Banyuwangi. Pantai ini merupakan zona pemanfaatan intensif untuk pengamatan telur penyu dan pelepasan tukik. Di pantai ini pengunjung dapat menyaksikan secara langsung saat penyu bertelur.

Perjalanan menuju Pantai Sukamade sangat menantang, jalan yang kasar tak beraspal dan beberapa kali melewati sungai harus di jalani. Rute tersbut akan dilalui sepanjang 60 km atau ditempuh dalam waktu 4 jam.

Untuk bisa melihat peristiwa penyu bertelur, kita harus menunggu sekitar jam 8 malam. Tidak perlu khawatir tentang penginapan, di tempat konservasi penyu juga menyediakan kamar sebagai tempat menginap. Bagi Anda yang berjiwa petualang, di sana tersedia juga area camping.

Setelah diberikan pengarahan di tempat konservasi penyu, Anda akan diajak untuk menyaksikan bertelurnya penyu. Jarak dari tempat konservasi penyu ke bibir pantai sejauh 1 km. Untuk bisa melihatnya, Anda harus hati-hati dan tidak boleh berisik. Sebab penyu bisa kembali lagi ke laut jika dirinya merasa ada sesuatu yang dianggap berbahaya.

Saat penyu bertelur merupakan saat yang tepat untuk berfoto bersamanya. Karena penyu tidak akan kembali ke laut jika ia sedang mengeluarkan telur-telur.

KAWAH IJEN


Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.

Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowos dan Banyuwangi.

Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.

Bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jaral Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam.

Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak